HAK ISTRI DALAM MASA IDDAH

Masa iddah adalah periode waktu yang harus dijalani oleh seorang wanita setelah perceraian atau ditinggal mati oleh suaminya sebelum dia diizinkan untuk menikah lagi. Masa ini ditentukan dalam hukum Islam dan memiliki beberapa tujuan, seperti memastikan apakah wanita tersebut hamil atau tidak dari pernikahan sebelumnya, serta memberikan waktu untuk refleksi dan stabilitas emosional.

Oleh : 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

SUAMI TIDAK BOLEH MEMAKSA ISTRI BEKERJA

Suami tidak boleh memaksa istri bekerja, karena kewajiban nafkah ada di bahu suami. Namun istri boleh menolong suami bekerja.

Oleh : 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

PERBAHASAN KRITIS IMAM-IMAM MAZHAB: ISTRI TIDAK WAJIB MASAK, CUCI MAUPUN URUS RUMAH

Oleh : 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

PENERANGAN TENTANG ISU-ISU BERKAITAN DENGAN THALAQ (PERCERAIAN)

Apa itu Thalaq | Lafadz cerai dengan thalaq 3, jatuh langsung 3 atau 1 | Bolehkah menarik kembali ucapan thalaq | Sudah cerai tapi tinggal bersama | Istri minta cerai krn sudah tak ada hasrat dgn suaminya, dll

Oleh : 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
 Mufti Kerajaan Negeri Perlis

DA'WAH, ANTARA TAUQIFIYAH & IJTIHADIYAH

Konvensyen Sunnah Kali Ke-10
 
Oleh : 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

HUKUM MEMBID’AHKAN DALAM PERMASALAHAN IJTIHADIYAH

Ulasan Buku: 

حكم التبديع في مسائل الاجتهاد

Oleh: Dato' Dr. Abdul Basit bin Abdul Rahman - Universiti Islam Madinah 


Buku ini telah ditulis oleh seorang pengajar di Departemen Syariah, Universitas Islam Madinah, al-Madinah Munawwarah, yaitu Syeikh Prof Dr Muhammad bin Husain Al-Jizani hfz. Beliau adalah salah satu dari guru-guru saya dalam mata pelajaran Usul-Fiqh di UIM, seseorang yang baik dan cakap dalam berargumen. Beliau telah dianugerahi gelar "Ustaz" Profesor Usul al-Fiqh pada tahun 2010. 

Beberapa hasil tulisan dan penelitian beliau dalam bidang Fiqh dan Usul antara lain:

معالم أصول الفقه عند أهل السنة والجماعة (رسالة الدكتوراة).

فقه النوازل، دراسة تأصيلية تطبيقية ( 4 مجلدات).

قواعد معرفة البدع.

معيار البدعة، ضوابط البدعة على طريقة القواعد الفقهية.

ضوابط الحكم على البدعة والمبتدعة.

سنة الترك ودلالتها على الأحكام.

دراسة وتحقيق قاعدة “الأصل في العبادة المنع”.

قاعدة المصالح في الشريعة الإسلامية.

إعمال قاعدة سد الذرائع في باب البدعة

حقيقة الضرورة الشرعية وتطبيقاتها المعاصرة.

القواعد الفقهية والأصولية المؤثرة في تحديد حرم المدينة النبوية.

تهذيب كتاب الموافقات للشاطبي.

بناء الأصول على الأصول.

فصول من كتاب الانتصار لأصحاب الحديث.

HUKUM MENYEDIAKAN PAPAN-PAPAN SUTRAH DI MASJID

Dijawab oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Soalan:

Kebelakangan ini ada masjid yang menyediakan papan-papan sutrah setinggi lebih kurang sehasta. Apakah papan-papan sutrah seperti ini ada contohnya dari sunnah Nabi SAW?

Jawapan:

Solat menghadap ke sutrah termasuk dalam sunnah Nabi SAW berdasarkan antaranya sabda baginda SAW:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى سُتْرَةٍ فَلْيَدْنُ مِنْهَا لَا يَقْطَعَ الشَّيْطَانُ عَلَيْهِ صَلَاتَهُ

Maksudnya: “Apabila seseorang daripada kamu menunaikan solat, maka hadaplah ke sutrah dan hampiri sutrah tersebut, syaitan tidak akan dapat menggangu solatnya itu.” (al-Nasai’e. dinilai sahih oleh al-Albani dalam Sahih al-Nasai’e)

Selain itu, memuliakan sunnah Nabi SAW dan bersungguh-sungguh berusaha mengamalkannya juga termasuk dalam amalan yang diberi pahala.

Namun tindakan menyediakan papan-papan sutrah di masjid-masjid, tidak terdapat contoh dari Nabi SAW. Tindakan seperti itu dibimbangi termasuk dalam kumpulan tindakan berlebih-lebihan dan melampau atas nama mengikut sunnah, sehingga mewujudkan gambaran baharu ketika melakukan ibadah solat. 

KUMPULAN SOALAN DARI MUALLAF

Forum Bincang Dengan Muallaf

Relevankah Poligami Dalam Masa Ini | Hukum Berkahwin Dengan Suami Orang Tanpa Sepengetahuan Isteri Yang Sudah Ada | Tiada Istilah Merampas Suami Orang | Apa Beda Mazhab Dengan Nabi | Bercampur Mazhab, Macam Mana Mahkamah Laksanakan Undang-undang | Ramai Muallaf Perempuan Dijadikan Pasangan Poligomi | Wahabi Benar Atau Tidak | Kami Sebagai Muallaf Pening Tengok Perbalahan Para Ustaz, Nak Ikut Yang Mana | Muallaf Bertanya Tentang Poligami

Dijawab oleh : 
Prof. Madya SS. Dato DR. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

HAK-HAK WANITA | PERCERAIAN | TUTUP AIB ZINA

FATAWA NEGERI PERLIS TERKAIT WANITA

Wanita dalam Islam Vs Zaman Jahiliyah dan Agama Lain | Sebab Ayah Biologis Boleh Nikahi Anak Zinanya dalam Pandangan Madzhab Syafi'i | Nasab Anak Hasil Zina | Tutup Aib Zina | Tuntut Fasakh Jika Suami Merokok, Narkoba dll | Bolehkah Istri Keluar Rumah Sebab Ancaman dari Suami, dll

Pembentang: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Simposium Internasional Kursi Jamalullail Universiti Islam Malaysia (UIM) - Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs) 2023

NIKAH, PERKARA HALAL YANG DISUSAHKAN

Podcast Fikrah & Hujah Siri 18

Panelis:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA (Mufti Negeri Perlis) , Prof. Dr. Rozaimi Ramle (AJK Fatwa Negeri Perlis), Ustaz Rizal (Moderator), Ust. Muhd. Hafeez (Undangan)

PEMERINTAHAN KHALIFAH UMAR ABDUL AZIZ

Kejayaan Pemerintahan Khalifah Umar Abdul Aziz - rahimahullah - Walaupun Hanya 2 Tahun

Oleh : 
SS. Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

    TENTANG SHALAT GHAIB

    Nabi Muhammad ﷺ hanya sekali melakukan shalat ghaib, yaitu untuk jenazah Ashhamah bin Abjar An-Najasyi - Raja Habasyah (Ethiopia) yang berislam dan menyembunyikan keislamannya.

    Oleh:
    SS. Dato Prof. Dr. MAZA
    Mufti Negeri Perlis

    SURAT TERBUKA KEPAPA ORANG-ORANG YANG FANATIK MADZHAB DAN PENDAPAT ULAMA DALAM PERKARA FURU

    Surat Terbuka Syekh Hasyim Asy'ariy Rahimahullah Kepada Orang-orang yang Fanatik (Ghuluw) Pada Sebagian Madzhab Dan Sebagian Pendapat Ulama (Dalam Perkara Cabang)

    (Note: latar belakang kehidupan zaman beliau adalah masa perjuangan melawan penjajah kafir di Pulau Jawa dan Nusantara, adapun secara madzhab fiqh adalah madzhab syafi'i)

    Dari makhluk yang paling melarat, bahkan tidak ada apa-apanya di dalam hakikat, Muhammad Hasyim Asy’ariy, semoga Allah mengampuninya, kedua orang tuanya, dan seluruh kaum muslimin. Aamiin.

    Kepada saudara-saudara kami yang mulia yang tinggal di Pulau Jawa dan sekitarnya, dari para Ulama’nya dan orang-orang awamnya.

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Telah sampai kabar kepadaku bahwa di tengah-tengah kalian sedang menyala-nyala api fitnah dan pertentangan. Lalu aku pun memikirkan sebab terjadinya hal itu. Maka (aku simpulkan) sebabnya adalah apa yang dilakukan oleh orang-orang zaman ini, yaitu mereka mengganti dan merubah-rubah Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Allah Ta’ala berfirman :

    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

    Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu [1]

    Dan mereka menjadikan saudara-saudara mereka sesama muslim menjadi  musuh dan tidak mau memperbaiki hubungan dengan mereka bahkan merusak mereka.

    RISALAH MUKHTASHOROH FI USHUL AL-FIQH

    Dauroh Kitab Syarh Risalah Mukhtashoroh Fi Ushul Al-Fiqh karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di

    Oleh:
    Degree Ushul Fiqh Universitas Islam Madinah

    SYARAH KITAB AR-RISALAH AL-IMAM ASY-SYAFI'I

    Oleh:
    Degree Ushul Fiqh Universitas Islam Madinah