Ta'liq atas Kitab As-Siyasah Asy-Syar'yyah dalam Memperbaiki Pemimpin dan Rakyat karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
Oleh: Asy Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah
Sebuah Kitab yang Lahir dari Keprihatinan
Bayangkan sebuah negeri yang porak-poranda. Penguasa zalim, rakyat terpecah belah, hukum tidak ditegakkan, dan kekacauan merajalela. Di tengah situasi seperti itulah seorang ulama besar bernama Ibnu Taimiyah rahimahullah menulis sebuah kitab yang kemudian menjadi rujukan utama dalam masalah kepemimpinan Islam: As-Siyasah Asy-Syar'iyyah fi Ishlah Ar-Ra'i wa Ar-Ra'iyyah.
Kitab ini bukan sekadar teori politik. Ia lahir dari realita pahit yang beliau saksikan sendiri—penjajahan Mongol yang mengaku Islam namun tetap menjalankan hukum thaghut, kekacauan di Damaskus dan Mesir, serta lemahnya kepemimpinan umat. Ibnu Taimiyah menulis kitab ini sebagai resep penyembuhan bagi umat yang sakit.
Lalu, apa isi kitab ini? Dan bagaimana penjelasannya oleh ulama besar zaman kita, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin?
🧠 Tentang Kitab:
As-Siyasah Asy-Syar'iyyah
Kitab ini memiliki judul lengkap:
السياسة الشرعية في إصلاح الراعي والرعية
"Politik Syar'iyyah dalam Memperbaiki Pemimpin dan Rakyat"
Makna "Siyasah Syar'iyyah":
- Siyasah secara
bahasa berarti mengatur, mengurus, atau memimpin
- Syar'iyyah berarti
yang sesuai dengan syariat
- Jadi, Siyasah
Syar'iyyah adalah pengaturan urusan umat (politik, pemerintahan,
kemasyarakatan) yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan As-Sunnah
Tujuan kitab ini:
- Menjelaskan hak
dan kewajiban pemimpin (ra'i) dan rakyat (ra'iyyah)
- Menguraikan prinsip-prinsip pemerintahan
dalam Islam
- Membahas batasan-batasan kekuasaan
dan bagaimana mengkritik penguasa secara bijak
- Menjawab
pertanyaan: Bagaimana memperbaiki negeri jika penguasanya zalim?
Keistimewaan kitab ini:
- Ditulis
oleh seorang ulama yang juga aktivis dan pejuang (Ibnu
Taimiyah bukan ulama "menara gading")
- Menggabungkan
antara nash syar'i dan realita politik pada
masanya
- Menjadi
rujukan utama para ulama setelahnya, termasuk Ibnu Qayyim,
Asy-Syathibi, hingga ulama kontemporer
"Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk
menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan
hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil." (QS.
An-Nisa: 58)
Siyasah Syar'iyyah bukan sekadar teori tentang
negara. Ia adalah ibadah—cara kita mengelola urusan umat sesuai
dengan petunjuk Allah. Memahami kitab ini berarti memahami bagaimana Islam
memandang kekuasaan, keadilan, dan tanggung jawab.
Semoga kajian ini menjadi pembuka jalan bagi
kita untuk lebih memahami, mengamalkan, dan menyebarkan ajaran Islam yang
rahmatan lil 'alamin, termasuk dalam urusan kepemimpinan dan pemerintahan.
Selamat menyimak, semoga Allah memberikan kita pemahaman
yang benar dan kemampuan untuk mengamalkannya.