Presentasi oleh :
Mufti Kerajaan Negeri Perlis
Note : Pembentangan ini akan lebih berkesan untuk pelajar ushul dan qawaid fiqh. Versi PDF klik di sini
Menyelami Khazanah Syariat, Melampaui Sekat Mazhab — Karena Fiqh Bukan Hitam-Putih, Tapi Luas dan Penuh Hikmah, Berlandas Dalil Bukan Sekadar Tradisi
Seminar Khazanah Mazhab-mazhab Islam, 2017
✨ Adakah kita benar-benar memahami akar kekuatan dan keluasan warisan Islam kita? ✨
Dalam perjalanan sejarah keilmuan Islam, empat mazhab fikih utama menjadi tonggak kokoh yang memandu umat dalam memahami syariat. Namun, di balik kemasyhuran mereka, tersimpan kisah perjuangan luar biasa yang penuh kebijaksanaan dan pengorbanan. Salah satu tokoh gemilang yang akan kita telusuri adalah Imam Ahmad bin Hanbal, seorang ulama yang tidak hanya menyusun mazhab fikih, tetapi juga mempertahankan akidah Islam dalam ujian yang mengguncang zaman.
Bagaimana seorang Imam yang sederhana ini mampu memengaruhi generasi demi generasi dengan keteguhan dan kecerdasannya? Apa yang membuat metode dan pandangannya begitu relevan, bahkan di tengah tantangan zaman modern?
Audio ini akan membawa Anda menelusuri kegemilangan warisan Imam Ahmad, menyingkap hikmah di balik ketegasannya menghadapi Fitnah Khalq Al-Quran, hingga pengaruhnya yang melampaui waktu. Bersiaplah untuk tergugah, terinspirasi, dan mungkin mempertanyakan seberapa dalam kita telah memahami ajaran para imam mazhab ini.
🔥 Dengarkan, dan biarkan semangat keilmuan Islam membara kembali dalam jiwa Anda! 🔥
Seminar "Pencegahan bunuh diri dari perspektif Islam", menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual serta dukungan sosial.
Selain memberikan taḥqīq terhadap prinsip-prinsip metodologis, forum ini menyinggung implikasi praktisnya dalam konteks kontemporer, termasuk perdebatan seputar talfiq, distingsi antara khilāf mu‘tabar dan ghayr mu‘tabar, serta mekanisme takhayyur dalam proses istinbāṭ fatwa institusional. Dengan demikian, majlis ini tidak sekadar menjadi ruang elaborasi teori, melainkan juga laboratorium intelektual yang menguji relevansi kerangka usuliyyah klasik terhadap realitas hukum modern. Bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi hukum Islam, mengikuti perbincangan ini hingga akhir adalah kesempatan untuk menyaksikan integrasi antara turāth dan konteks, antara disiplin ilmiah dan etika ikhtilaf, sebagaimana diidealkan dalam tradisi ushul fiqh.
Forum ini diadakan untuk membincangkan keempat mazhab fiqih utama dalam Islam: Hanafi, Maliki, Syafi‘i, dan Hanbali.
Panelis terdiri dari:
Ustaz Salman Ali (Mazhab Hanafi)
Dr. Mazlee Malik (Mazhab Maliki)
Dato’ Dr. Mohd Asri Zainul Abidin (Mazhab Syafi‘i)
Dr. Rozaimi Ramli (Mazhab Hanbali)
Moderator: Ustaz Muhammad Nazim.
Keunikan & Sumbangan Imam Abu Hanifah
Fokus pada akal, logika, dan mantik dalam istinbath hukum.
Memiliki kaidah unik menilai hadits: konsep ‘umum balwa’ (perkara yang umum berlaku di masyarakat).
Tidak menolak hadits ahad, namun mengutamakannya jika selaras dengan amalan umum atau kaidah besar.
Mengembangkan qiyas dengan perspektif luas, mempertimbangkan konteks dan maslahat:
Zakat fitrah boleh dibayar dalam bentuk nilai uang, bukan hanya makanan pokok.
Daging hadyu boleh diagihkan di luar Mekah jika di Mekah berlebihan.
Pendekatan beliau banyak diapresiasi pada zaman moden kerana bersifat praktis dan solutif.