Profil Lembaga Fatwa Kerajaan Saudi Arabia

Profil Singkat Al-Lajnah Ad-Da'imah li Al-Buhuts wa Al-Ifta' (Komite Tetap untuk riset ilmiah dan fatwa)

Apa Itu Al-Lajnah Ad-Da'imah di Bidang Riset Ilmiah dan Fatwa?

Al-Lajnah Ad-Da’imah untuk riset ilmiah dan fatwa di Kerajaan Arab Saudi adalah salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman. Lajnah ini berupaya sebaik mungkin dalam menjelaskan hukum-hukum syariat kepada semua kalangan, serta mengeluarkan fatwa yang berkaitan dengan semua aspek kehidupan.

TEKS RESOLUSI JIHAD KH. HASYIM ASY'ARI

Jangan Pernah Melupakan Sejarah Perjuangan Para Militan Muslim Negeri Ini Mengusir PENJAJAH KAFIR di Masa Lalu.
 
Teks Resolusi Jihad ini dimuat Harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, edisi No. 26 tahun ke-I, Jumat Legi, 26 Oktober 1945.

Toentoetan Nahdlatoel Oelama kepada Pemerintah Repoeblik Soepaya mengambil tindakan jang sepadan 
 
Resoloesi wakil-wakil daerah Nahdlatoel Oelama Seloeroeh Djawa-Madoera
RESOLOESI DJIHAD FI-SABILILLAH
Bismillahirrochmanir Rochim
R e s o l o e s i

Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsoel2) Perhimpoenan Nahdlatoel Oelama seloeroeh Djawa-Madoera pada tanggal 21-22 October 1945 di Soerabaja.

Mendengar :

Bahwa di tiap-tiap Daerah di seloeroeh Djawa-Madoera ternjata betapa besarnja hasrat Oemmat Islam dan ‘Alim Oelama di tempatnja masing-masing oentoek mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAOELATAN NEGARA REPOEBLIK INDONESIA MERDEKA.

Terikat Mazhab, Tidak Terikat Mazhab dan Menolak Mazhab

Q&A bersama pelajar di UITM Arau
 
Betulkah perlu terikat dengan pandangan mu'tamad mazhab Syafi'i | Beda antara terikat, tidak terikat dan menolak mazhab
 
 Oleh :
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Memahami Perbezaan Mazhab & Fahaman Dikalangan Orang Islam

Pengenalan Singkat Dirosah Ushul Fiqh, Pondasi Mengeluarkan Hukum-hukum Mustanbathoh

Perbedaan pandangan ketika nabi meninggal : dimana nabi akan dikubur dan siapa pengganti nabi dalam posisi sebagai khalifah kaum muslimin | FATWA SAHABAT | Imam-imam madzhab fiqh yang masyhur | Sumber hukum yang disepakati dan yang diperselisihkan dalam metodologi para imam madzhab fiqh mengeluarkan ahkam mustanbathoh | Tahqiqul Manath | Qiyas | Ijma' | Maslahat Mursalah | Istihsan | Keistimewaan Fiqh Al-Imam Asy-Syafi'i

Oleh : Al-Ustaz Salman Ali
Pendakwah Bebas, Coach at Qatar Debate Foundation

Jihad Rakyat Palestin di Bumi Ribath

Oleh:
Prof. Dr. Rozaimi Ramle
AJK Fatwa Kerajaan Negeri Perlis

Islam Itu Mudah Tetapi Jangan Bermudah-mudahan

Presented by :
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Penjelasan ayat وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ

Penjelasan ayat وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ dan menjawab isu tidak ada jihad di Palestin

Oleh : 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Negeri Perlis

Dukungan Untuk Perjuangan Rakyat Palestin

KENYATAAN BERSAMA JAWATANKUASA FATWA NEGERI PERLIS TENTANG JIHAD DI PALESTIN

Perjuangan rakyat Palestin menentang Zionis Yahudi yang menceroboh dan memerangi umat Islam di watan mereka adalah satu JIHAD. Mereka berhak menerima kelebihan yang layak diterima para mujahidin: seperti zakat, bantuan umat Islam, do'a dan jenazah mereka diuruskan sebagai syuhada. 

Menjadi kewajipan umat Islam membantu mereka dengan sedaya yang mampu sebagai tanggungjawab sesama muslim.

2 Rabiul Akhir 1445 bersamaan 17 Oktober 2023

Sikap Terkait Peperangan yang Terjadi di Palestina

❓ Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Syeikh -semoga Allah menjaga dan memberikan taufik kepada antum-. Bagaimana sikap yang benar terkait keadaan Palestina saat ini ?

Dijawab oleh:
Asy-Syaikh Abul Athoo Ahmad Ba Najah hafidzahullah

Jawaban berupa audio berbahasa Indonesia bisa simak di sini PART 1 dan di sini PART 2 dan untuk audio berbahasa Arab bisa simak di sini


📍 Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

🟡 1- Peperangan yang sedang terjadi adalah peperangan antara kaum muslimin dengan kaum kuffar. Sehingga kita sebagai muslim mendoakan saudara kita sesama muslim dan melaknat kaum kuffar. Terlepas dari kontroversi muslimin disana, selama mereka muslim maka kita mendoakan kebaikan untuk mereka. Kita berdoa semoga Allah menolong mereka dari para musuh serta menyatukan hati-hati muslimin, memenangkan orang-orang lemah dari mukminin, merahmati yang syahid diantara mereka, serta menerima mereka termasuk orang-orang sholeh yang syahid, menyembuhkan luka-luka mereka, dan memberikan taufik untuk segala bentuk kebaikan. 

SEMINAR PENERANGAN ISU-ISU FATWA

Apa itu fiqh | Ruang lingkup fatwa dan ijtihad | Dalil-dalil hukum syariat | Dalil al quran dan as-sunnah ada yang nash (jelas) ada pula yang dzonniyah yang memerlukan istinbat | Mengenal sunnah: sunnah fi'liyah, qouliyah, taqririyah, jibiliyah dan sunnah tarkiyah | Mazhab sahabat dan tabi'in | Tahapan atau proses menghasilkan fatwa | Bolehkah keluar mazhab bagi yang semula berpegang dengan mazhab tertentu

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Konsep Fatwa Dan Ijtihad Dalam Ushul Fiqh (1)

PENGANTAR

Berdasarkan konsep ijtihad dan fatwa, seseorang dapat melakukan ijtihad atau fatwa jika memiliki kualifikasi tertentu seperti memahami prinsip-prinsip istinbat dalam hukum Islam. Konsep umum ini memungkinkan banyak pihak melakukan ijtihad dan fatwa. Selanjutnya ada kaidah fikih yang artinya, “ijtihad tidak dapat membatalkan ijtihad yang lain” menyebabkan sebagian pihak mengeluarkan fatwanya sendiri tanpa perlu taklid atau mengikuti fatwa dari pihak lain. Hal ini dapat menimbulkan masalah dan kekurangan yang besar karena tidak semua orang mampu mengeluarkan fatwa dengan baik melalui sumber-sumber syariah yang shahih.

KONSEP FATWA DAN IJTIHAD DALAM USHUL AL-FIQH

Ilmu Ushul Fiqh merupakan esensi utama dalam metode fatwa yang menjadi syarat utama kualifikasi seorang mufti. Fatwa adalah pendapat atau keputusan baik pribadi atau dihasilkan oleh sekelompok mujtahid tentang hukum Islam tertentu. Ketepatan suatu fatwa tergantung pada metode penalaran yang digunakan dan kesejajarannya dengan maqasid al-syariah. Menurut Abu al-Hasan al-Basri (al-Jawziyyah, 1973), al-Ghazali (1997), al-Shirazi (1985), al-Amidi (2003), Ibnu Qayyim (1973) dan al-Syaukani (1999) , Seorang mufti adalah seorang mujtahid, yaitu orang yang mampu melakukan ijtihad dan istinbat yang sah (al-Qayyim, 1973; al-Raisuni, 2014). Dengan demikian mufti dan mujtahid pada umumnya sama, hanya berbeda pada sebab terjadinya, yaitu dikeluarkannya fatwa untuk menjawab suatu pertanyaan atau masalah yang telah terjadi.

Apakah Rantai Sanad Masih Diperlukan Hingga Saat Ini?

Oleh: Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

Note (by admin): Teks ini telah dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia.

1. Apakah itu sanad? Sanad adalah rangkaian periwayatan dari seorang perawi kepada perawi yang lain sehingga mencapai matan (teks) yang diriwayatkan. Matan tersebut bisa berupa hadis, perkataan sahabat, tabi'in, atau yang lainnya. Tujuan dari sanad adalah untuk menyelidiki sejauh mana kevalidan suatu riwayat. Sanad digunakan untuk menentukan apakah perawi tersebut jujur, apakah terdapat keraguan atau kelemahan dalam hafalannya, atau apakah rangkaian riwayat tersebut terputus yang menunjukkan bahwa para perawi tidak bertemu satu sama lain, yang semuanya ini dapat mempengaruhi nilai suatu riwayat. Hal ini dikemukakan oleh tokoh agung tabi'in, Muhammad ibn Sirin (wafat tahun 110H):

لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنِ الْإِسْنَادِ، فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ، قَالُوا: سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ، فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ، وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلَا يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ

“Mereka (ahlus sunnah) sebelum itu tidak bertanya tentang sanad, tetapi ketika terjadi fitnah (kesamaran), mereka pun berkata, “Sebutkanlah kepada kami ñama para perawimu.” Apabila dilihat yang menyampaikannya adalah ahlus sunnah maka hadisnya diterima, tetapi bila yang menyampaikannya adalah ahli bid'ah maka hadisnya ditolak.” (Mukaddimah Shahih Muslim, 1/15)

Soal Jawab dengan Pelajar Wanita dari Indonesia

Hukum tanam rambut (dengan rambut sendiri) | Maqashid Syariah di balik kaedah: hukum asal ibadah adalah dilarang sampai ada dalilnya (yang mensyariatkan), dan hukum asal semua perkara selain ibadah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya | Strategi dakwah di Perlis | Fiqh Rasulullah dalam memilih panglima dalam perang

Dijawab oleh:
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

WAJAH MUSUH TIDAK DIPUKUL, APATAHLAGI ANAK ISTERI

Oleh: 
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
Mufti Kerajaan Negeri Perlis

 1. Islam menghormati kedudukannya insan yang mana Allah telah tegaskan kemuliaannya dalam al-Quran pada Surah al-Isra ayat 70:

۞ وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا ٧٠

(maksunya) “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”.

2. Atas penghormatan kepada keturunan Adam, maka Nabi s.a.w melarang kita memukul, menampar ataupun mencederakan wajah ataupun muka sesama insan sekalipun di medan peperangan. Ini kerana muka merupakan tempat kemuliaan seseorang.

NAS HADIS

Dalam hadis yang sahih Nabi s.a.w bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "إِذَا قَاتَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْتَنِبِ الوَجْهَ

Daripada Abu Hurairah RA, daripada Nabi SAW bersabda: “Apabila seseorang kamu berperang, jauhilah dari (mencederakan) muka”. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

TAJDID, MENGEMBALIKAN UMAT KE ARAH SUNNAH

Nabi ﷺ bersabda :

 إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا

Sesungguhnya pada setiap penghujung 100 tahun, Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan mengutus untuk umat ini orang yang akan memperbaharui agama mereka. (HR Abu Daud no. 3740 dan dinilai shohih oleh Syeikh al-Albani dalam Silsilah Ahadits ash-Shahihah no. 599)

Seminar Sunnah 2015 : Memahami makna kalimat TAJDID | Ruang lingkup TAJDID | Mujaddid dari zaman ke zaman

Oleh : Dr. Rozaimi Ramle
AJK Fatwa Kerajaan Negeri Perlis